(خَاتِمَةٌ)
Penutup
يَنْبَغِي
لِكُلِّ شَخْصٍ أَنْ يَقْصِدَ بِجَمِيعِ أَعْمَالِهِ وَجْهَ اللهِ تَعَالَى فَقَطْ
حَتَّى يَكُونَ مِنَ الْمُخْلِصِينَ وَإِلَّا فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الرِّيَاءِ
الَّذِينَ يَلْعَبُ بِهِمْ الشَّيْطَانُ وَلَا يَجِدُونَ لِأَعْمَالِهِمْ ثَوَابًا
يَوْمَ الْقِيَامَةِ،
Setiap orang seharusnya menjadikan wajah Allah Ta'ala sebagai
tujuan utama dari seluruh amalannya, agar termasuk orang-orang yang ikhlas.
Jika tidak, maka ia termasuk orang-orang yang riya' (pamer) yang disesatkan
oleh setan, dan tidak akan mendapatkan pahala untuk amal perbuatannya pada hari
Kiamat nanti.
وَأَنْ
يُحْسِنَ الْمُعَامَلَةَ مَعَ جَمِيعِ الْخَلْقِ فِي جَمِيعِ أُمُورِ الدُّنْيَا
وَالدِّينِ لِيَكُونَ سَلِيمَ الْعَاقِبَةِ إِذَا لَقِيَ اللهَ تَعَالَى، وَأَنْ
يَدُومَ عَلَى الْوُضُوءِ مَا اسْتَطَاعَ، وَيَكْثُرَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى
وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ فِي جَمِيعِ الْأَوْقَاتِ خُصُوصًا أَوَّلَ النَّهَارِ
وَآخِرَهُ، وَأَوَّلَ اللَّيْلِ وَآخِرَهُ،
Hendaknya ia memperlakukan semua makhluk dengan baik dalam segala
urusan dunia dan agama, agar memperoleh kesudahan yang selamat saat bertemu
dengan Allah Ta'ala. Ia juga harus senantiasa dalam keadaan berwudu' selama
mampu, serta memperbanyak dzikir kepada Allah, membaca Alquran, terutama di
awal dan akhir siang serta malam.
وَأَنْ
يَكْثُرَ مِنَ الصَّلَاةِ النَّافِلَةِ وَالِاسْتِغْفَارِ خُصُوصًا آخِرَ
اللَّيْلِ، وَمِنَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
خُصُوصًا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَتِهَا، وَمِنَ الدُّعَاءِ خُصُوصًا فِي
الْأَسْفَارِ وَمَجَامِعِ الْخَيْرِ وَعِنْدَ شِدَّةِ الْكَرْبِ،
Hendaknya ia perbanyak shalat sunnah, istighfar, terutama di akhir
malam, serta shalawat kepada Nabi SAW, khususnya pada hari Jumat dan malamnya.
Perbanyak pula berdoa, terutama dalam perjalanan, berkumpul kebaikan, dan
ketika ditimpa kesusahan.
وَمِنَ
الصِّيَامِ خُصُوصًا فِي الْأَيَّامِ الْفَاضِلَةِ كَالْأَشْهُرِ الْحُرُمِ
وَيَوْمِ عَاشُورَاءَ وَعَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَالِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.
وَأَنْ يَجْعَلَ الْخَوْفَ مِنَ اللهِ تَعَالَى نَصْبَ عَيْنَيْهِ عَلَى
الدَّوَامِ فَإِنَّهُ سَبَبٌ لِتَحْصِيلِ كُلِّ خَيْرٍ وَالْبُعْدِ عَنْ كُلِّ
سُوءٍ،
Perbanyak pula puasa, khususnya pada hari-hari yang utama, seperti
bulan-bulan haram, Asyura', sepuluh hari Dzulhijjah, serta hari Senin dan
Kamis. Hendaknya senantiasa menjadikan takut kepada Allah Ta'ala sebagai fokus
utama, karena hal itu sebab diperolehnya segala kebaikan dan menjauhi segala
keburukan.
وَلَا
يَيْأَسَ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ فَإِنَّ الْيَأْسَ مِنَ الْكَبَائِرِ، وَأَنْ
يَتُوبَ تَوْبَةً صَحِيحَةً كُلَّمَا وَقَعَ مِنْهُ ذَنْبٌ فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى
يُحِبُّ التَّوَّابِينَ، وَأَنْ يُلَازِمَ تَقْوَى اللهِ تَعَالَى فِي جَمِيعِ
أَحْوَالِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ فَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ،
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, karena putus asa
termasuk dosa besar. Hendaklah ia bertobat dengan benar setiap kali melakukan
dosa, karena Allah Ta'ala mencintai orang-orang yang bertobat. Selalu menjaga
taqwa kepada Allah dalam segala kondisi lahir dan batin, karena Allah Ta'ala
mencintai orang-orang yang bertakwa.
وَأَنْ
يَبْعُدَ عَنْ أَذِيَّةِ الْخَلْقِ وَعَنِ التَّسَبُّبِ فِيهَا بِغَيْرِ حَقٍّ،
وَأَنْ يُخَلِّصَ نَفْسَهُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ حُقُوقِ اللهِ تَعَالَى وَحُقُوقِ
الْخَلْقِ قَبْلَ خُرُوجِهِ مِنَ الدُّنْيَا لَوْ بِالْمُسَامَحَةِ مِنْ
أَهْلِهَا، وَلِيُوصِ بِذَلِكَ إِذَا لَمْ يَتَمَكَّنْ مِنْهُ فِي حَيَاتِهِ،
وَلِيَكُنْ حَرِيصًا عَلَى الْبُعْدِ مِنْ مَعَاصِي اللهِ تَعَالَى كَالْكَذِبِ
وَشَهَادَةِ الزُّورِ وَالْأَيْمَانِ الْفَاجِرَةِ وَالْخَوْضِ فِي أَعْرَاضِ
النَّاسِ وَالْإِفْسَادِ فِيمَا بَيْنَهُمْ وَالْحَسَدِ وَغَيْرِ ذَلِكَ،
وَلِيُوَاظِبْ عَلَى طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَيَشْغَلَ بِهَا أَوْقَاتَهُ مُدَّةَ
حَيَاتِهِ فَعَسَى أَنْ يَأْتِيَهُ الْمَوْتُ وَهُوَ عَلَى حَالَةٍ مَرْضِيَّةٍ
فَيَلْقَى اللهَ تَعَالَى وَهُوَ رَاضٍ عَنْهُ.
Jauhilah menyakiti makhluk atau menyePasalkan mereka terluka tanpa
hak. Berusahalah untuk memenuhi hak-hak Allah Ta'ala dan hak-hak makhluk
sebelum keluar dari dunia ini, dengan cara berdamai jika tidak mampu
melakukannya semasa hidup. Hendaklah ia berhati-hati menjauhi maksiat kepada
Allah, seperti dusta, kesaksian palsu, sumpah palsu, ghibah, fitnah, dan iri
hati, serta menjaga taat kepada Tuhannya sepanjang hidupnya, agar ia menemui
kematian dalam kondisi yang diridhai Allah.
(نَسْأَلُهُ)
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَنَتَوَسَّلُ إِلَيْهِ بِجَاهِ أَكْرَمِ خَلْقِهِ
عَلَيْهِ أَنْ يُعَامِلَنَا بِرِضَاهُ عَنَّا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
خُصُوصًا عِنْدَ قَبْضِ أَرْوَاحِنَا، وَفِي قُبُورِنَا يَوْمَ الْفَزَعِ
الْأَكْبَرِ، وَمَعَ أُصُولِنَا وَفُرُوعِنَا وَحَوَاشِينَا وَأَشْيَاخِنَا
وَأَحِبَّتِنَا، وَالْمُسْلِمِينَ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْمَيِّتِينَ،
(Kami memohon kepada-Nya) Maha Suci Dia, Yang Mahatinggi. Kami
bermohon kepada-Nya dengan kedudukan makhluk yang paling mulia di sisi-Nya,
agar Dia memperlakukan kami dengan keridaan-Nya di dunia dan akhirat, terutama
saat pencabutan nyawa kami, di dalam kubur pada hari Kiamat yang dahsyat,
bersama para leluhur, keturunan, kerabat, guru-guru, dan orang-orang yang kami
cintai, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.
سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ
وَأَتُوبُ إِلَيْكَ،
"Mahasuci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan
bertobat kepada-Mu."
وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ،
يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ
سُلْطَانِكَ،
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, dengan pujian yang
sesuai dengan nikmat-Nya dan setimpal dengan tambahan-Nya. Ya Tuhan kami,
segala puji bagi-Mu sebagaimana mestinya bagi keagungan wajah-Mu dan kebesaran
kekuasaan-Mu.
اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَبِيِّكَ
وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَأَصْحَابِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ وَأَهْلِ بَيْتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ
وَسَلَّمْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina
Muhammad, hamba dan Nabi-Mu, Nabi yang ummi (buta huruf), serta atas keluarga
Sayyidina Muhammad, para sahabatnya, istrinya, keturunannya, dan ahlul baitnya,
sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat, salam, dan berkah atas Sayyidina
Ibrahim dan keluarga Sayyidina Ibrahim di seluruh alam, sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji, Maha Agung.
تَمَّت
بِقَلَمِ
الفَقِيرِ اِلَى رَبِّهِ الخَبِيرِ
شَمْس
العَارِفِينَ

Komentar
Posting Komentar