- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
كِتَابُ الحَجِّ وَالعُمْرَةِ
Kitab tentang Haji dan
Umroh
لَا
يَجِبُ كُلٌّ مِنْهُمَا بِأَصْلِ الشَّرْعِ إِلَّا مَرَّةً فِي الْعُمْرِ، حَتَّى
لَوْ ارْتَدَّ بَعْدَ فَعْلِهِمَا ثُمَّ عَادَ إِلَى الْإِسْلَامِ لَمْ تَجِبْ
إِعَادَتُهُمَا.
Wajib haji dan umrah menurut asalnya dalam syariat
hanya satu kali seumur hidup. Bahkan jika seseorang murtad setelah
melaksanakannya, kemudian kembali lagi ke Islam, maka tidak wajib baginya untuk
mengulanginya.
Syarat Wajib Haji dan Umroh
وَشُرُوطُ
وُجُوبِهِمَا: الْإِسْلَامُ وَالْبُلُوغُ وَالْعَقْلُ وَالْحُرِّيَّةُ
وَالِاسْتِطَاعَةُ.
Syarat-syarat wajibnya haji dan umrah adalah:
1.
Islam
2.
Baligh
3.
Berakal
4.
Merdeka
5.
Mampu (istitha'ah)
Syarat Istitha’ah (Mampu)
وَشُرُوطُهُمَا
أَنْ يَكُونَ الشَّخْصُ قَادِرًا عَلَى جَمِيعِ الْمُؤَنِ الَّتِي يَحْتَاجُهَا
لِنَفْسِهِ وَالَّتِي يَتْرُكُهَا لِعِيَالِهِ وَأَتْبَاعِهِ مِنْ خُرُوجِهِ مِنْ
بَلَدِهِ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِ، وَعَلَى رُكُوبِ الدَّابَّةِ فِي ذَهَابِهِ
وَرُجُوعِهِ مِنْ غَيْرِ مَشَقَّةٍ شَدِيدَةٍ،
Dan syarat-syarat mampu dalam haji dan umrah adalah
bahwa seseorang harus mampu memenuhi semua biaya yang dibutuhkan untuk dirinya
sendiri dan yang ia tinggalkan untuk keluarganya dan pengikutnya, mulai dari ia
keluar dari negaranya hingga ia kembali ke sana, dan mampu naik binatang
tunggangan dalam pergi dan pulangnya tanpa kesulitan yang berat.
فَإِنْ
شَقَّ عَلَيْهِ رُكُوبُهَا فَيُشْتَرَطُ أَنْ يَقْدِرَ عَلَى الرُّكُوبِ فِي شِقٍّ
مَحْمَلٍ مُظَلَّلٍ إِنْ تَأَذَّى بِالْحَرِّ أَوِ الْبَرْدِ، فَإِنْ شَقَّ
عَلَيْهِ رُكُوبُهُ فِيهِ فَعَلَى سَرِيرٍ يَحْمِلُهُ رِجَالٌ، فَإِنْ شَقَّ
عَلَيْهِ رُكُوبُهُ أَيْضًا فَلَا يَجِبُ عَلَيْهِ الْحَجُّ بِنَفْسِهِ بَلْ
يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَسْتَأْجِرَ مَنْ يَحُجُّ عَنْهُ إِنْ قَدَرَ عَلَى ذَلِكَ،
فَإِنْ وَجَدَ مَنْ يَحُجُّ عَنْهُ بِلَا أَجْرَةٍ وَجَبَ عَلَيْهِ وَأَنْ
يَأْذَنَ لَهُ،
Jika ia kesulitan mengendarainya, maka disyaratkan
agar ia mampu naik dalam tandu yang teduh jika ia terganggu oleh panas atau
dingin. Jika ia juga kesulitan menungganginya, maka ia harus diusung di atas
tandu yang dibawa oleh orang-orang. Jika ia juga kesulitan untuk itu, maka
tidak wajib atasnya untuk berhaji dengan dirinya sendiri, tetapi wajib baginya
untuk menyewa orang yang berhaji untuknya jika ia mampu. Jika ia menemukan
orang yang berhaji untuknya tanpa upah, maka wajib baginya untuk mengizinkannya.
وَمَنْ
مَاتَ وَقَدْ لَزِمَهُ حَجَّةُ فَرْضٍ جَازَ لِكُلِّ أَحَدٍ وَلَوْ كَانَ
أَجْنَبِيًّا وَإِنْ لَمْ يَأْذَنْ لَهُ الْوَارِثُ أَنْ يَحُجَّهَا عَنْهُ وَإِنْ
لَمْ يُوصِ بِهَا فِي حَيَاتِهِ،
Dan barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan atasnya
ada kewajiban haji fardhu, maka boleh bagi siapa saja, meskipun ia orang asing,
untuk menghajikannya untuknya walaupun ahli warisnya tidak mengizinkannya, dan
meskipun ia tidak berwasiat tentangnya ketika masih hidup.
وَمِثْلُهُ
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَسْتَطِعْ حَجَّةَ الْإِسْلَامِ فِي حَيَاتِهِ، فَإِنْ مَاتَ
بَعْدَ حَجَّةِ الْإِسْلَامِ وَلَيْسَ عَلَيْهِ فَرْضٌ تَوَقَّفَ الْحَجُّ عَنْهُ
عَلَى إِذْنِهِ فِيهِ قَبْلَ مَوْتِهِ، وَلَا يَصِحُّ الْحَجُّ عَنِ الْحَيِّ
إِلَّا إِذَا كَانَ مَعْضُوبًا وَأَذِنَ فِيهِ لِمَنْ يَفْعَلُهُ عَنْهُ،
Demikian pula bagi orang yang meninggal dunia
sedangkan ia tidak mampu melaksanakan haji Islam pada masa hidupnya. Jika
seseorang meninggal dunia setelah menunaikan haji wajib (haji Islam), dan tidak
ada kewajiban apa-apa atasnya, maka pelaksanaan haji untuknya tergantung pada
izinnya sebelum meninggal. Dan tidak sah haji atas orang yang masih hidup
kecuali jika ia menderita keterbatasan dan mengizinkan orang lain untuk
melaksanakannya untuknya.
Syarat Sah Ihram
وَلَا
يَصِحُّ إِحْرَامُ الصَّغِيرِ الْمُمَيِّزِ إِلَّا بِإِذْنِ وَلِيِّهِ وَغَيْرِ
الْمُمَيِّزِ يُحْرِمُ عَنْهُ وَلِيُّهُ، وَيَحْضُرُهُ مَوَاضِعَ النُّسُكِ
كُلِّهَا حَتَّى عِنْدَ رَمْيِ الْجِمَارِ وَيُطَهِّرُهُ وَيَتَطَهَّرُ مَعَهُ
لِلطَّوَافِ وَيَطُوفُ وَيَسْعَى بِهِ بَعْدَ أَنْ يَطُوفَ وَيَسْعَى عَنْ
نَفْسِهِ أَوْ يَأْذَنَ لِمَنْ يَفْعَلُ بِهِ جَمِيعَ ذَلِكَ،
Dan tidak sah ihram (berpakaian ihram) bagi anak kecil
yang sudah dapat membedakan, kecuali dengan izin walinya, dan bagi anak kecil
yang belum dapat membedakan, maka walinya yang berihram untuknya. Dan wali
menemaninya di semua tempat ibadah haji, bahkan saat melontar jumrah, dan
menyucikannya serta bersuci bersamanya untuk thawaf, dan thawaf serta sa'i
untuknya setelah ia thawaf dan sa'i untuk dirinya sendiri, atau memberinya izin
untuk melakukan semua itu.
وَيَصِحُّ
إِحْرَامُ الرَّقِيقِ الْبَالِغِ وَلَوْ بِغَيْرِ إِذْنِ سَيِّدِهِ، لَكِنْ لَهُ
أَنْ يُحِلَّهُ مِنْهُ إِذَا أَحْرَمَ بِهِ بِغَيْرِ إِذْنِهِ، وَالْأَوْلَى لَهُ
حِينَئِذٍ أَنْ يَأْذَنَ لَهُ فِي إِتْمَامِ نُسُكِهِ، وَمِثْلُهُ فِي ذَلِكَ
الزَّوْجَةُ وَلَوْ كَانَ نُسُكُهَا فَرْضًا إِلَّا إِذَا تَضَايَقَ عَلَيْهَا،
وَيَسْقُطُ فَرْضُ الْإِسْلَامِ عَنِ الْحُرِّ الْبَالِغِ الْعَاقِلِ وَلَوْ
غَيْرَ مُسْتَطِيعٍ.
Dan sah ihram budak dewasa walaupun tanpa izin
tuannya, tetapi tuannya berhak membatalkannya jika ia berihram tanpa izinnya.
Dan lebih baik bagi tuan untuk mengizinkannya menyelesaikan ibadat hajinya.
Demikian pula halnya dengan istri, walaupun hajinya fardhu, kecuali jika
menimbulkan kesulitan baginya. Dan kewajiban haji Islam gugur bagi orang
merdeka, dewasa, dan berakal, meskipun tidak mampu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar