- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
كِتَابُ الطَّهَارَةِ
Kitab tentang Bersuci
Pembagian
Air
لا
يَصِحُّ الوُضُوءُ وَالغُسْلُ وَإِزَالَةُ النَّجَاسَةِ إِلَّا بِالْمَاءِ
الطَّهُورِ، وَهُوَ الَّذِي لَمْ تَقَعْ فِيهِ نَجَاسَةٌ وَلا شَيْءٌ طَاهِرٌ
يَذُوبُ وَلَمْ يَكُنْ قَلِيلًا مُسْتَعْمَلًا، وَيَنْحَصِرُ فِي النَّازِلِ مِنَ
السَّمَاءِ وَالنَّابِعِ مِنَ الأَرْضِ.
Wudhu, mandi, dan menghilangkan
najis tidak sah kecuali dengan air yang suci dan mensucikan, yaitu air yang
tidak terkena najis dan tidak ada sesuatu yang suci yang larut di dalamnya, dan
bukan air yang sedikit dan telah digunakan. Air yang sah adalah
yang turun dari langit dan yang muncul dari bumi.
فَإِذَا
وَقَعَ فِيهِ شَيْءٌ مِنَ الطَّاهِرَاتِ الَّتِي تَذُوبُ كَالعَسَلِ أَوْ
يَنْفَصِلُ مِنْهَا شَيْءٌ كَالزَّعْفَرَانِ وَغَيْرِهِ تَغَيُّرًا فَاحِشًا
فَهُوَ طَاهِرٌ فِي نَفْسِهِ، لَكِنَّهُ لا يَرْفَعُ الْحَدَثَ وَلا يُطَهِّرُ
النَّجَسَ وَلَوْ كَانَ أَلْفَ قَرْبَةٍ.
Jika di dalamnya jatuh sesuatu
dari hal-hal yang suci dan larut, seperti madu, atau keluar darinya sesuatu
seperti kunyit dan lainnya yang menyePasalkan perubahan cukup besar, maka air
tersebut suci pada zatnya, namun tidak dapat menghilangkan hadas dan tidak
dapat mensucikan yang najis meskipun ada sejuta bejana.
وَمِثْلُهُ
الْمَاءُ الْمُسْتَعْمَلُ إِنْ كَانَ أَقَلَّ مِنْ قَلْتَيْنِ وَلَمْ يَتَغَيَّرْ
بِالنَّجَاسَةِ. الْمُسْتَعْمَلُ هُوَ الَّذِي رُفِعَ بِهِ الْحَدَثُ أَوْ
أُزِيلَتْ بِهِ نَجَاسَةٌ. وَإِذَا وَقَعَ فِيهِ نَجَاسَةٌ وَتَغَيَّرَ بِهَا
طَعْمُهُ أَوْ لَوْنُهُ أَوْ رَائِحَتُهُ وَلَوْ تَغَيَّرَا يَسِيرًا تَنَجَّسَ
وَلَوْ كَانَ قَدْرَ الْبَحْرِ. فَإِنْ لَمْ يَتَغَيَّرْ بِهِ مِنْهُ شَيْءٌ لَمْ
يَتَنَجَّسْ إِلَّا إِذَا كَانَ أَقَلَّ مِنْ قَلْتَيْنِ. وَإِذَا زَالَ
تَغَيُّرُهُ بِنَفْسِهِ أَوْ بِمَاءٍ وُضِعَ عَلَيْهِ عَادَ طَهُورًا.
Demikian juga air mustammal jika kurang dari dua
qullah dan tidak berubah dengan najis. Air mustammal adalah air yang dengannya
telah hilang hadas atau najis. Jika di dalamnya jatuh najis dan berubah karena
itu baik rasa, warna, atau baunya, meskipun sedikit, maka air tersebut menjadi
najis, meskipun seperti lautan. Jika tidak berubah apa-apa darinya, maka tidak
menjadi najis kecuali jika kurang dari dua qullah. Jika berubahnya hilang
dengan sendirinya atau dengan air yang diletakkan padanya, maka ia kembali
menjadi air yang suci.
وَكَذَلِكَ
لَوْ زَالَ التَّغَيُّرُ بِمَاءٍ أُخِذَ مِنْهُ وَكَانَ الْبَاقِي قَلْتَيْنِ.
وَالْقَلْتَانِ خَمْسَمِائَةِ رَطْلٍ بِرَطْلِ بَغْدَادٍ وَقَدَّرُوهَا بِخَمْسِ
قُرَبٍ مِنْ قُرَبِ الْحِجَازِ. وَلَوْ وَقَعَ فِي السِّمْنِ مَثَلًا أَوْ فِي
الْمَاءِ الْقَلِيلِ نَجَاسَةٌ لا يَرَاهَا الْبَصَرُ الْمُعْتَدِلُ أَوْ مَيْتَةٌ
لَيْسَ لَهَا دَمٌ سَائِلٌ كَعَقْرَبٍ وَوَزَغٍ وَلَمْ تُغَيِّرْهُ لَمْ
يَتَنَجَّسْ.
Begitu juga jika perubahan itu hilang dengan air yang
diambil darinya, sedangkan sisanya masih dua qullah. Dan dua qullah adalah 500
rithl menurut rithl Baghdad, dan diperkirakan 5 qirab dari qirab Hijaz. Jika
jatuh najis misalnya pada minyak atau air sedikit yang tidak kasat mata atau
ada binatang mati yang tidak ada darah mengalir seperti kalajengking dan cicak,
dan tidak menyePasalkan perubahan, maka tidak menjadi najis.
Larangan Penggunaan Wadah dari Emas dan Perak
(فَصْلٌ):
وَيَحِلُّ اسْتِعْمَالُ جَمِيعِ الْمَوَاعِينِ الطَّاهِرَةِ مِنْ كُلِّ نَجَسٍ
إِلَّا مَوَاعِينِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ فَيَحْرُمُ اسْتِعْمَالُهَا لِغَيْرِ
ضَرُورَةٍ، وَيَحْرُمُ اسْتِعْمَالُ الْمُطَلَّى بِذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ إِنْ
كَثُرَ طَلَاؤُهُ وَتَحَصَّلَ مِنْهُ شَيْءٌ بِعَرْضِهِ عَلَى النَّارِ.
(Pasal): Diperbolehkan menggunakan semua wadah yang
suci dari segala yang najis, kecuali wadah dari emas dan perak, maka haram
menggunakannya kecuali dalam keadaan darurat. Dan haram menggunakan benda yang
dilapisi dengan emas atau perak jika lapisannya banyak dan keluar sesuatu
darinya dengan cara dipanaskan.
Hukum Bangkai
(فَصْلٌ): الْحَيَوَانَاتُ كُلُّهَا تَنْجَسُ بِمَوْتِهَا إِلَّا
الْآدَمِيُّ وَالسَّمَكُ وَالْجَرَادُ وَالْمَأْكُولُ الْمَذْبُوحُ إِنْ ذُبِحَ
ذَبْحًا شَرْعِيًّا، وَجُلُودُهَا تُطَهَّرُ بِالدِّبَاغِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا
إِلَّا جَلْدُ الْكَلْبِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْمُتَوَلِّدِ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ
أَحَدِهِمَا وَلَوْ مَعَ حَيَوَانٍ طَاهِرٍ، وَإِذَا دُبِغَ الْجِلْدُ وَلَمْ
يُغْسَلْ بَعْدَ دِبَاغِهِ صَارَ مُتَنَجِّسًا فَلَا يَحِلُّ اسْتِعْمَالُهُ مَعَ
الرُّطُوبَةِ وَلَا تَصِحُّ الصَّلَاةُ مَعَهُ إِلَّا بَعْدَ غَسْلِهِ.
(Pasal): Semua binatang menjadi najis dengan
kematiannya, kecuali manusia, ikan, belalang, dan hewan yang disembelih secara
syar'i. Kulit-kulitnya dapat disucikan dengan penyamakan secara lahir dan
batin, kecuali kulit anjing, Pasali, dan hasil perkawinannya dengan binatang
lain, meskipun dengan binatang yang suci. Jika kulit tersebut telah disamak
namun belum dicuci setelahnya, maka ia menjadi najis, sehingga tidak boleh
digunakan dalam keadaan basah, dan shalat tidak sah jika menggunakannya kecuali
setelah dicuci.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar