- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pendahuluan
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama
Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
الْحَمْدُ
للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
سَيّدِ المُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat
dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Muhammad, pemimpin para rasul,
serta kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya, serta orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
(أَمَّا
بَعْدُ) فَهَذَا مُخْتَصَرٌ فِي أُصُولِ الدِّينِ
وَجُمْلَةٌ مِنْ فُرُوعِهِ عَلَى مَذْهَبِ الإِمَامِ الشَّافِعِيِّ رَضِيَ اللهِ عَنْهُ
سَمَّيْتُهُ: (الرِّيَاضُ البَدِيعَةُ)
فِي
أُصُولِ الدِّينِ وَبَعْضِ فُرُوعِ الشَّرِيعَةِ، رَاجِياً مِنَ اللهِ أَنْ يَنْفَعَ
بِهِ طَلَبَةُ العِلْمِ لَا سِيَمَا المُبْتَدِئِينَ وَأَنْ يُوجّهَ إِلَيْهِ رَغْبَة
الرَّاغِبِينَ.
Adapun setelahnya, ini adalah ringkasan tentang
prinsip-prinsip agama dan sebagian cabang-cabangnya menurut mazhab Imam
Syafi'i, semoga Allah meridhainya. Saya beri judul “Riyadhul Badiah fi
Ushuliddin wa Ba’dhi Furu’is Syariat” (Taman Indah dalam prinsip-prinsip agama
dan sebagian cabang-cabang syariat), berharap semoga Allah memberi manfaat
dengannya kepada para pencari ilmu, terutama bagi pemula, dan membangkitkan
keinginan bagi mereka yang ingin mempelajarinya.
Rukun Islam
اِعْلَمْ
أَنّهُ يَجِبُ عَلَى كُلِّ شَخْصٍ مِنَ الْمُكَلَّفِينَ وَلَوْ كَانَ رَقِيقًا
أَنْ يَعْرِفَ أَرْكَانَ الْإِسْلَامِ وَالْإِيمَانِ. فَأَرْكَانُ
الْإِسْلَامِ خَمْسَةٌ: أَنْ تَشْهَدَ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ
الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ الْحَرَامَ إِنْ اسْتَطَعْتَ
إِلَيْهِ سَبِيلًا.
Ketahuilah bahwa setiap orang yang telah mukallaf,
meskipun seorang budak, wajib mengetahui rukun-rukun Islam dan Iman. Adapun
rukun-rukun Islam ada lima, yaitu: bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah
dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa
di bulan Ramadhan, dan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah jika mampu.
Rukun Iman
وَأَرْكَانُ
الْإِيمَانِ سِتَّةٌ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَبِالْقَدَرِ
خَيْرِهِ وَشَرِّهِ، وَيَجِبُ عَلَيْهِ أَيْضًا أَنْ يَعْرِفَ عَقَائِدَ
الْإِيمَانِ هِيَ الصِّفَاتُ الْوَاجِبَةُ لِلَّهِ تَعَالَى وَالْمُسْتَحِيلَةُ
عَلَيْهِ وَالْجَائِزَةُ فِي حَقِّهِ وَالْصِّفَاتُ الْوَاجِبَةُ لِلْرُّسُلِ
عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ. وَالْمُسْتَحِيلَةُ عَلَيْهِمْ
وَالْجَائِزَةُ فِي حَقِّهِمْ.
Sementara rukun-rukun Iman ada
enam, yaitu: beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya,
rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada' dan qadar yang baik maupun buruk. Dia
juga wajib mengetahui akidah iman, yaitu sifat-sifat wajib bagi Allah, mustahil
bagi-Nya, dan boleh bagi-Nya, serta sifat-sifat wajib bagi para rasul, mustahil
bagi mereka, dan boleh bagi mereka.
Sifat Wajib Allah
(فَيجبُ)
لِلّهِ تَعَالَى الْوُجُودُ وَالْقِدَمُ وَالْبَقَاءُ وَمُخَالَفَةُ تَعَالَى
لِجَمِيعِ خَلْقِهِ وَقِيَامُهُ تَعَالَى بِنَفْسِهِ، وَمَعْنَاهُ أَنَّهُ
تَعَالَى لَا يَفْتَقِرُ إِلَى ذَاتٍ يَقُومُ بِهَا وَلَا إِلَى مُوْجِدٍ
يُوجِدَهُ، بَلْ هُوَ تَعَالَى الْمُوْجِدُ لِلْأَشْيَاءِ كُلِّهَا،
Wajib bagi Allah Ta'ala memiliki
sifat wujud (keberadaan), qidam (keazalian), baqa' (kesempurnaan), mukhalafatu
lil-hawadits (berbeda dari segala makhluk), dan qiyamuhu binafsihi (berdiri
dengan diri-Nya sendiri). Artinya, Allah Ta'ala tidak membutuhkan zat tempat-Nya
berdiri, dan tidak pula membutuhkan seorang Pencipta yang menciptakan-Nya,
melainkan Dialah Sang Pencipta segala sesuatu.
يَجِبُ
لَهُ تَعَالَى الْوَحْدَانِيَّةُ وَمَعْنَاهَا أَنَّهُ تَعَالَى لَا ثَانِيَ لَهُ
فِي ذَاتِهِ وَلَا فِي صِفَاتِهِ وَلَا فِي أَفْعَالِهِ، فَهَذِهِ سِتُّ صِفَاتٍ،
الْأُولَى مِنْهَا تُسَمَّى صِفَةً نَفْسِيَّةً وَهِيَ الْوُجُودُ وَالْخَمْسَةُ
الَّتِي بَعْدَهَا يُقَالُ لَهَا صِفَاتٌ سَلْبِيَّةٌ،
Wajib pula bagi-Nya sifat
wahdaniyyah (keesaan), yang berarti tidak ada sekutu bagi-Nya dalam Dzat,
sifat, dan perbuatan-Nya. Keenam sifat ini, yang pertama disebut sifat nafsiyyah
(sifat Dzat), sedangkan yang lima setelahnya disebut sifat salbiyyah (sifat
penyucian).
وَيَجِبُ
لَهُ تَعَالَى أَيْضًا سَبْعُ صِفَاتٍ يُقَالُ لَهَا صِفَاتُ الْمَعَانِي وَهِيَ:
الْقُدْرَةُ
وَالْإِرَادَةُ وَالْعِلْمُ الْمُحِيطُ بِجَمِيعِ الْمَعْلُومَاتِ وَالْحَيَاةُ
وَالْسَّمْعُ وَالْبَصَرُ وَالْكَلَامُ الْخَالِيٌّ عَنِ الْحُرُوفِ
وَالْأَصْوَاتِ وَغَيْرِهَا مِمَّا يَوْجَدُ فِي كَلَامِ الْحَوَادِثِ.
Di samping itu, wajib pula
bagi-Nya tujuh sifat yang disebut sifat ma'ani, yaitu: Kuasa, Kehendak, Ilmu
yang Meliputi segala sesuatu, Hidup, Mendengar, Melihat, dan Berbicam tanpa
huruf dan suara sebagaimana yang terdapat dalam perkataan makhluk.
Sifat Muhal Allah
(وَيَسْتَحِيلُ)
عَلَيْهِ تَعَالَى الْعَدَمُ وَالْحُدُوثُ وَالْفَنَاءُ وَمُمَاثَلَتُهُ تَعَالَى
لِشَيْءٍ مِنْ خَلْقِهِ وَافْتِقَارُهُ تَعَالَى إِلَى ذَاتٍ أَوْ مَوْجُودٍ،
وَأَنْ لَا يَكُونَ وَاحِدًا فِي ذَاتِهِ أَوْ صِفَاتِهِ أَوْ أَفْعَالِهِ،
Mustahil bagi Allah Ta'ala
memiliki sifat 'adam (ketiadaan), huduts (kebaruan), fana' (kehancuran),
mumatsalatu li syai'in min khalqihi (keserupaan dengan makhluk-Nya), iftiqaruhu
ila dzatin aw maujudin (ketergantungan kepada zat atau wujud lain), dan an la
yakuna wahidan fi dzatihi aw sifatihi aw af'alihi (tidak menjadi Esa dalam
Dzat, sifat, dan perbuatan-Nya).
وَيَسْتَحِيلُ
عَلَيْهِ تَعَالَى الْعَجْزُ وَوُجُودُ شَيْءٍ مِنَ الْعَالَمِ بِغَيْرِ
إِرَادَتِهِ تَعَالَى وَالْجَهْلُ بِشَيْءٍ مِنَ الْمَعْلُومَاتِ وَالْمَوْتُ
وَالصَّمَمُ وَالْعَمَى وَالْبُكْمُ، أَوْ وُجُودُ حَرْفٍ أَوْ صَوْتٍ فِي
كَلَامِهِ الْقَدِيمِ.
Mustahil pula bagi-Nya sifat 'ajz
(ketidakberdayaan), wujudu syai'in minal 'alami bighairil iradatihi (adanya
sesuatu di alam semesta tanpa kehendak-Nya), jahl (ketidaktahuan), maut
(kematian), shamam (ketunarungan), 'ama (kebutaan), bukm (kebisuan), atau
wujudu harfin aw shautin fi kalamihi al-qadim (adanya huruf atau suara dalam
firman-Nya yang Qadim).
Sifat Jaiz Allah
(وَيَجُوزُ) فِي حَقِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ
وَتَرْكُهُ.
(وَيَجِبُ) لَهُ تَعَالَى إِجْمَالاً كُلُّ كَمَالٍ يَلِيقُ
بِذَاتِهِ الْعَلِيَّةِ وَيَسْتَحِيلُ عَلَيْهِ جَمِيعُ النَّقَائِصِ،
وَالدَّلِيلُ عَلَى ذَلِكَ كُلِّهِ وُجُودُ هَذَا الْعَالَمِ عَلَى هَذَا
الشَّكْلِ الْبَدِيعِ.
Dibolehkan bagi-Nya melakukan atau meninggalkan segala
yang mungkin. Wajib pula bagi-Nya, secara global, segala kesempurnaan yang
sesuai dengan Keagungan-Nya, dan mustahil bagi-Nya segala kekurangan. Dalil
atas semua ini adalah keberadaan alam semesta yang indah dan teratur ini.
Sifat Wajib Rasul
(وَيَجِبُ)
لِلرُّسُلِ
عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الصِّدْقُ فِي جَمِيعِ مَا أَخْبَرُوا بِهِ
وَلَوْ بِالْمِزَاحِ وَالْأَمَانَةُ وَالْفِطَنَةُ وَتَبْلِيغُ مَا أُمِرُوا
بِتَبْلِيغِهِ لِلْخَلْقِ.
Wajib bagi para rasul, semoga
shalawat dan salam atasnya, bersifat shidq (jujur) dalam segala yang mereka
beritakan, meskipun dengan bercanda, amanah (dapat dipercaya), dan fiṭnah
(cerdas), serta menyampaikan apa yang diperintahkan untuk disampaikan kepada
makhluk.
Sifat Muhal Rasul
(وَيَسْتَحِيلُ)
عَلَيْهِمُ
الْكَذِبُ وَالْخِيَانَةُ وَالْبَلَادَةُ وَكِتْمَانُ شَيْءٍ مِمَّا أُمِرُوا
بِتَبْلِيغِهِ.
Mustahil bagi mereka sifat kadzib (dusta), khianat
(pengkhianatan), baladah (kebodohan), dan menyembunyikan sesuatu dari apa yang
diperintahkan untuk disampaikan.
Sifat Jaiz Rasul
(وَيَجُوزُ)
فِي
حَقِّهِمْ صِفَاتُ الْبَشَرِ الَّتِي لَا تَنْقُصُ بِسَبَبِهَا مَرَاتِبَهُمُ
الْعَلِيَّةُ كَالأَكْلِ وَالشَّرْبِ وَالْمَرَضِ وَالْوَقْعِ الْحَلَالِ.
Dibolehkan bagi mereka sifat-sifat kemanusiaan yang
tidak mengurangi derajat tinggi mereka, seperti makan, minum, sakit, dan
terjadinya hal-hal yang halal.
(وَيَجْمَعُ)
مَعْنَى
هَذِهِ الصِّفَاتِ كُلِّهَا قَوْلُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ
رَسُولُ اللَّهِ.
Seluruh makna dari sifat-sifat
ini terangkum dalam kalimat "Lā ilāha illallāh, Muḥammadur
rasūlullāh" (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah).
Beriman pada Malaikat
(وَيَجِبُ)
عَلَى
الْمُكَلَّفِ أَيْضًا أَنْ يُؤْمِنَ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ عَلَيْهِمُ الصَّلَاةُ
وَالسَّلَامُ مِنْ جُمْلَةِ عِبَادِ اللَّهِ الْمُكَرَّمِينَ وَأَنَّهُمْ
مَعْصُومُونَ مِنْ جَمِيعِ الْمَعَاصِي مُنَزَّهُونَ عَنْ صِفَاتِ الْبَشَرِ،
وَأَنَّهُ لَا يَعْلَمُ كَثْرَتَهُمْ إِلَّا اللَّهُ تَعَالَى وَمِنْهُمْ
جِبْرَئِيلُ وَمِيكَائِيلُ وَإِسْرَافِيلُ وَعَزْرَائِيلُ وَهَؤُلَاءِ
الْأَرْبَعَةُ هُمُ الرُّؤَسَاءُ وَهُمْ أَفْضَلُهُمْ، وَمِنْهُمْ حَمَلَةُ
الْعَرْشِ وَهُمْ الآنَ أَرْبَعَةٌ وَيَزْدَادُ عَلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
أَرْبَعَةٌ وَمِنْهُمْ: مُنْكَرٌ وَنَكِيرٌ وَرِضْوَانُ خَازِنُ
الْجَنَّةِ وَمَالِكُ خَازِنُ النَّارِ،
Wajib pula bagi orang yang dibebani kewajiban
(mukallaf) untuk beriman bahwa para malaikat, semoga shalawat dan salam atas
mereka, termasuk hamba-hamba Allah yang mulia, dan mereka terpelihara dari
segala dosa, suci dari sifat-sifat kemanusiaan. Jumlah mereka hanya Allah
Ta'ala yang mengetahuinya. Di antara mereka ada Jibril, Mikail, Israfil, dan
'Izra'il, yang empat ini adalah pemimpin dan terbaik di antara mereka. Di
antara mereka juga ada para pembawa Arasy, yang saat ini berjumlah empat orang,
dan akan bertambah empat orang lagi di Hari Kiamat. Di antara mereka juga ada
Munkar, Nakir, Ridwan penjaga surga, dan Malik penjaga neraka.
Mengimani Nabi Muhammad SAW adalah Makhluk Paling
Utama
وَأَنْ
يُؤْمِنَ أَنَّ أَفْضَلَ الْخَلْقِ كُلِّهِمْ نَبِيُّنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ الرُّسُلُ ثُمَّ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْمَلَائِكَةُ
صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ، ثُمَّ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ،
Dan wajib beriman bahwa nabi kita Muhammad shallallahu
'alaihi wa sallam adalah makhluk terbaik di antara semua makhluk, kemudian para
rasul, lalu para nabi, kemudian para malaikat, semoga shalawat dan salam Allah
atas mereka, selanjutnya para sahabat radhiyallahu 'anhum.
Mengimani Adanya Kematian
وَأَنْ
يُؤْمِنَ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ يَمُوتُونَ عِنْدَ انْقِضَاءِ أَعْمَارِهِمْ،
وَأَنَّ الْقَابِضَ لِأَرْوَاحِهِمْ مَلِكُ الْمَوْتِ وَهُوَ عَزْرَائِيلُ،
وَأَنَّهُمْ يُسْأَلُونَ بَعْدَ دَفْنِهِمْ فِي قَبُورِهِمْ إِلَّا جَمَاعَةً
مُخَصَّصِينَ، وَأَنَّهُمْ يُبْعَثُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُحَاسَبُونَ فِي
الْمَوْقِفِ عَلَى أَعْمَالِهِمْ إِلَّا مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ
حِسَابٍ، وَأَنَّ أَعْمَالَهُمْ كُلَّهَا تُوَزَنُ فِي الْمِيزَانِ، وَأَنَّهُمْ
يَمُرُّونَ جَمِيعًا عَلَى الصِّرَاطِ، وَأَنَّ الْمُؤْمِنِينَ يَشْرَبُونَ مِنْ
حَوْضِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَنَالُونَ
شَفَاعَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَكْبَرُ شَفَاعَاتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ الشَّفَاعَةُ الْعُظْمَى فِي فَصْلِ الْقَضَاءِ،
Dan wajib beriman bahwa semua makhluk akan mati
setelah habis masa hidupnya, dan yang mencabut nyawa mereka adalah Malaikat
Maut, yaitu 'Izra'il. Mereka akan ditanya di dalam kuburnya, kecuali kelompok
tertentu. Mereka akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dan dihisab di Mahsyar atas
amal perbuatannya, kecuali orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Seluruh
amal mereka akan ditimbang dalam timbangan. Mereka semua akan melewati Shirât
(jembatan di atas neraka). Dan orang-orang beriman akan minum dari telaga Nabi
kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan mendapatkan syafa'at
(pertolongan) beliau pada Hari Kiamat. Dan yang paling besar dari syafa'at
beliau adalah syafa'at agung pada saat penetapan keputusan.
Mengetahui Nasab Nabi Muhamad SAW
وَأَنْ
يُؤْمِنَ أَنَّ نَبِيَّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَرَبِيٌّ قُرَشِيٌّ
وَهُوَ مُحَمَّدٌ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ هَاشِمٍ بْنِ
عَبْدِ مَنَافٍ بْنِ قُصَيٍّ بْنِ كِلَابٍ بْنِ مَرَّةَ بْنِ كَعْبٍ بْنِ لُؤَيٍّ
بْنِ غَالِبٍ بْنِ فَهْرٍ بْنِ مَالِكٍ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كَنَانَةَ بْنِ
خُزَيْمَةَ بْنِ مَدْرَكَةَ بْنِ الْيَاسِ بْنِ مُضَرٍ بْنِ نِزَارٍ بْنِ مَعَدٍ
بْنِ عَدْنَانٍ.
Dan wajib beriman bahwa nabi kita Muhammad shallallahu
'alaihi wa sallam adalah seorang Arab Quraisy, bernama Muhammad bin Abdullah
bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah
bin Ka'ab bin Lu'iy bin Ghalib bin Fahri bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin
Khuzaimah bin Mudrikah bin Al-Yas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin 'Adnan.
(وَأُمُّهُ)
آَمِنَةُ
بِنْتُ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ مَنَافٍ بْنِ زَهْرَةَ بْنِ كِلَابٍ، وَأَنَّهُ
أَبْيَضُ مُشْرَبٌ بِحُمْرَةٍ، وَأَنَّهُ خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ، وَأَنَّهُ وُلِدَ بِمَكَّةَ وَبُعِثَ بِهَا وَهَاجَرَ إِلَى
الْمَدِينَةِ الْمُنَوَّرَةِ بَعْدَ الْإِسْرَاءِ وَمَاتَ بِهَا، وَدُفِنَ بِهَا
فِي بَيْتِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، وَأَنَّ شَرِيعَتَهُ نَسَخَتْ
جَمِيعَ الشَّرَائِعِ السَّابِقَةِ عَلَيْهَا وَتَبْقَى مُسْتَمِرَّةً إِلَى
يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Dan ibunya adalah Aminah binti Wahb bin Abdul Manaf
bin Zuhrah bin Kilab. Dan beliau memiliki warna kulit putih berseri. Dan beliau
adalah penutup para nabi dan rasul. Beliau dilahirkan di Mekah, diutus di
Mekah, dan hijrah ke Madinah Al-Munawwarah setelah Isra' Mi'raj, dan wafat
serta dimakamkan di sana, di rumah Aisyah radhiyallahu 'anha. Dan syariat
beliau telah menghapus seluruh syariat sebelumnya, dan akan tetap berlaku
hingga Hari Kiamat.
Kewajiban Mengetahui Syariat Agama
وَيَجِبُ
عَلَى الْمُكَلَّفِ أَيْضًا أَنْ يَعْرِفَ شَرَائِعَ الدِّينِ وَهِيَ فُرُوعُهُ
وَأَهَمُّهَا: الطَّهَارَةُ وَالصَّلَاةُ وَالزَّكَاةُ
وَالصَّوْمُ وَالْحَجُّ، وَنَطْلُبُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى الْإِعَانَةَ عَلَى
ذِكْرِ الْأَهَمِّ مِنْهَا وَالْبَرَكَةَ فِيهِ فَنَقُولُ:
Dan wajib pula bagi orang yang
dibebani kewajiban (mukallaf) untuk mengetahui hukum-hukum agama, yang
merupakan cabang-cabangnya, dan yang terpenting di antaranya adalah: thaharah
(bersuci), shalat, zakat, puasa, dan haji. Kami memohon kepada
Allah Ta'ala pertolongan untuk menyebutkan yang terpenting di antaranya dan
keberkahan di dalamnya, maka kami katakan:
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar